twitter

Rabu, 11 Agustus 2010

Belajar ’’Ice Carving’’ di Akpar Majapahit



Mahasiswa Baru 2014 Akpar Majapahit Belajar ’’Ice Carving’’

SURABAYA - Sekitar 77 mahasiswa baru jurusan Kuliner (Tata Boga) Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit tahun akademik 2014/2015 –kelas  pagi  dan siang—belajar memahat dan mengukir es (ice carving). Pelajaran ini merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa yang kuliah jurusan Kuliner di lembaga pendidikan tersebut.


Mereka nampak antusias mengikuti teori dan  praktik memahat es yang disampaikan Sukamto, dosen luar biasa Akpar Majapahit, di area parkir sepeda motor kampus Akpar Majapahit, Selasa (21/08) siang.

Sebelum praktik memahat dan mengukir es dimulai, mahasiswa lebih dulu dikenalkan teori memahat es di kelas. Menurut Sukamto, ice carving adalah salah satu seni ukir yang menggunakan media es balok. Ada dua cara untuk membuat patung es: Anda dapat mengukir ke dalam balok es atau membuat cetak. Balok-balok e situ bisa diperoleh dari sungai atau danau yang membeku.

Biasanya, air yang membeku menjadi es hasilnya lebih bening. Hal ini lebih disukai seniman untuk membuat patung-patung es dan tentunya hanya ada di negara-negara yang mempunyai musim dingin. Di beberapa tempat pembuatan es balok bisa dilakukan dengan cara mncetak dalam freezer dengan ukuran yang sudah ditentukan atau dibuat oleh pabrik es.

Setelah mendapatkan penjelasan lengkap sejarah ice carving dan perkembangannya hingga saat ini, mereka langsung diajak praktik. Bahannya beberapa balok es ukuran 120 x 80 cm, siap  dipahat menjadi angsa  (dua buah), sepasang burung merpati (1 buah), huruf B (1 buah).

Peralatan yang disediakan untuk praktik mengukir es antara lain gergaji, alat pahatan/ukiran (aneka  peralatan), tatah (berbagai bentuk dan ukuran), alat bor dari besi hingga mal dari bahan yang tidak mudah meleleh seperti plastic dan stereoform.

Untuk mengukir balok es menjadi sosok angsa yang cantik, pertama-tama yang dilakukan adalah menempelkan mal kiri kanan pada balok es. Selanjutnya proses pemahatan dilakukan pada bagian yang mudah diambil antara kepala, leher dan sayap.

Sementara leher dan kepala angsa yang dibuat menempel dibor lebih dulu. Proses ini harus dilakukan hati-hati karena rentan patah. Nah, kalau sudah berlubang, tinggal dihaluskan dengan alat pahat secara hati-hati sesuai bentuk mal.

Setelah itu pekerjaan baru dilanjutkan dengan menghias sayap –sesuai bentuk mal—dengan pemahat berujung segitiga, untuk member kesan timbul pada hasil pahatan berupa sayap angsa.Dengan ketelitian tinggi dan kehati-hatian, praktik ini dilakukan di sisi yang satu dan sisi yang lain daripada balok es tersebut. Dengan demikian, jika semua pekerjaan mengukir es selesai, maka sosok angsa cantik terlihat utuh jika dilihat dari sisi kiri dan kanan.

Setelah pihaknya menjelaskan dasar teorinya dan mempraktik langsung bagaimana tatacara memahat dan mengukir es di hadapan mahasiswa, selanjutnya dosen mempersilakan masing-masing mahasiswa mempraktikkan apa yang sudah dipelajari di bangku kuliah.

”Kalian tidak perlu takut kalau salah atau hasil pahatan kalian kurang bagus, yang penting bisa memeragakan bagaimana memahat dan mengukir es secara baik dan benar dengan hasil yang memuaskan," terang Sukamto yang cukup telaten mengajari dan membagi ilmunya kepada mahasiswa ketika memeragakan cara memahat es.

Selain seni memahat dan mengukir es, mahasiswa Akpar Majapahit juga diajari seni mengukir bahan makanan (sayur dan buah-buahan). Boleh dikata seni menghias es dan bahan makanan ini hasilnya amat mengagumkan.Tak salah jika hampir di semua perayaan besar yang ada di dunia, hampir pasti kita  temukan 'seni dari makanan' apakah itu berbentuk patung cokelat, naga dari buah semangka dan lainnya.

Hasil kreasi tangan-tangan trampil inilah yang membuat penampilan pesta pernikahan, misalnya, jadi sangat berbeda dari biasanya.Pada gilirannya bikin  tamu undangan pun senang berkat penampilan eksotik dari sebuah karya seni mengukir es dan buah. (ahn)

Untuk Informasi Pendaftaran, Silakan menghubungi:
081233752227, 081357866283, 081336563094, 081234506326.
Atau anda bisa juga add BB PIN:
2A1CE131, 2B517ECB, 2B425821, 2A6A1F4E.

Kunjungi juga web resmi kami di
http://www.majapahit.org ; www.matoa.info
Bergabunglah dengan AKADEMI PARIWISATA MAJAPAHIT - For The Best Future.
Sekolah Masak - Perhotelan - Pariwisata.
Dengan Fasilitas Terlengkap & Terbaik di Indonesia 
Majapahit Tourism Academy

Selasa, 03 Agustus 2010

Wedding' Cakes Tamil Cantik - Kuliah Patiseri di Tristar Culinary Institute

Menghias cake untuk acara istimewa seperti pernikahan harus dibutuhkan ketrampilan khusus. Tentu di acara istimewa itu setiap orang pasti menginginkan segalanya berjalan dengan sempurna. Dan sudah tentu dibutuhkan tenaga profesional untuk mengerjakan sebuah cake untuk pernikahan atau biasa disebut dengan wedding’s cake. Untuk itu, kali ini mahasiswa TRISTAR Culinary Institute diajarkan cara menghias wedding’s cake secara intensive selama 1 minggu.

Perkuliahan jurusan patiseri TRISTAR Culinary Institute yang beralamatkan di Jl. Raya Jemursari 234 Surabaya ini menggunakan sistem praktik setiap hari. Hal ini terbukti sangat efisien, karena mahasiswa menjadi sangat terlatih dan terampil dalam berbagai proses pengolahan berbagai produk pastry dan bakery. Seperti pada perkuliahan yang berlangsung hari Jumat (21/05) kali ini, para mahasiswa diajarkan cara menghias wedding’s cake secara berturut-turut selama 1 minggu dengan berbagai tema yang berbeda setiap harinya.


Jadwal kuliah yang dimulai pukul 8 pagi ini diawali dengan teori dan berlanjut dengan praktik bersama. Mahasiswa yang terdiri dari 11 orang ini dibagi dalam 2 kelompok. Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk menyelesaikan 1 macam menghias wedding’s cake. Adapun tema wedding’s cake yang diusung kali ini adalah Rosemary cake dan White Satin Cake.

Dengan pengarahan dari Pak Otje selaku pengajar, para mahasiswa mulai mempraktikkan materi yang diajarkan. Para mahasiswa-pun saling bekerja sama agar wedding’s cake yang dihasilkan benar-benar sempurna. Adapun bahan yang digunakan untuk menghias cake kali ini adalah plastik icing dan hiasan bunga dari gum paste. Proses demi proses menghias mulai dilakukan, mulai dari melapisi sterofoam dengan plastik icing, membuat hiasan pita dan menancapkan bunga gum paste sebagai pemanis.


Selang beberapa waktu, akhirnya wedding’s cake yang dihias-pun telah selesai dihias. Tampak cantik, menarik dan rapi wedding’s cake yang dibuat oleh para mahasiswa. Bahkan Pak Otje selaku pengajar tampak puas dengan hasil menghias wedding’s cake yang dibuat oleh para mahasiswa-nya.