twitter

Jumat, 24 April 2015

Akpar Majapahit Surabaya Raih 2 Awards ‘Diploma Medal’ di International Salon Culinary - Jakarta 2015


Kompetisi Bergengsi Bagi Para Chef di Salon Culinaire 2015

Akpar Majapahit Surabaya Raih 2 Awards ‘Diploma Medal’


Kompetisi Salon Culianire merupakan sebuah ajang kompetisi bergengsi bagi para chef hotel dan restoran yang berlomba menampilkan kemampuan dan keterampilan mereka untuk mengasah jiwa kemandirian, kreatifitas, dan sikap siap bersaing di ajang kompetisi nasional maupun internasional.


Untuk pertama kalinya Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya berpartisipasi dalam Salon Culinaire. Kali ini Akpar Majapahit Surabaya mengikuti 3 kelas lomba di antaranya: Petit Four or Praline diikuti oleh Febe Ayu, Asian Creative Canape diikuti oleh Cindra Siedharta, dan Australian Beef Challenge diikuti oleh Boediono Koeswadi. dan Reza Pranata.
Pada puncak acara tersebut, Akpar Majapahit Surabaya meraih prestasi dengan 2 Diploma Medals. Penganugrahan medali tersebut berdasarkan perolehan nilai dari juri-juri internasional yang telah mengantongi sertifikat juri internasional yang di sahkan oleh World Association of Chefs Sociaties (WACS).

Perolehan medali ‘Diploma Medal’ diraih oleh chef Cindra Siedharta dengan kategori Asian Creative Canape dan 2 orang chef muda yang tergabung satu team yaitu Boediono Koeswadi dan Reza Pranata dalam kategori Australian Beef Challenge.
“Untuk canape saya mencoba menyajikan dengan citarasa tradisional seperti Sushi Daging Rendang, Sate Blora dan lumpia Semarang yang dibentuk mungil-mungil, sehingga lebih istimewa dan gampang dinikmati. Bagi saya kompetisi memasak ini yang penting jangan takut menggabungkan antara makanan tradisional Indonesia dengan makanan Barat, justru disitu letak daya tariknya” ungkap Chef Cindra yang mengaku baru pertama kali ikut kompetisi memasak seperti ini.

Lain halnya dengan cerita chef Budi dan chef Reza, dalam kompetisi challange ini hanya dengan waktu 2 jam harus bisa menyajikan 3 sajian menu yang masing-masing sebanyak 4 porsi, diantaranya mix lettuce w/ creamy Italian dressing untuk appetizer, lalu Grilled Australian Beef with Brandy & Beans Sauce untuk main course dan vanilla pannacotta w/ strawberrt meringue sebagai dessertnya. Dengan menerapkan ilmu Western Food Gastronomy, Chef Budi memadukan olahan daging sapi yang di grilled dipadu saus yang dibuat seperti foam (busa) dan juga aneka sayuran tertata cantik sebagai pelengkapnya.
Kedepannya, Akpar Majapahit Surabaya akan mempersiapkan mahasiswa yang lebih matang lagi untuk ikut serta dalam kompetisi internasional. Harapannya, pencapaian prestasi mahasiswa Akpar Majapahit Surabaya akan lebih baik lagi dan mengharumkan nama Akpar Majapahit Surabaya dan Indonesia di ajang internasional.


Bertambah lagi prestasi membanggakan yang diraih mahasiswa Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya. Anda ingin seperti mereka ? Akademi Pariwisata Majapahit Surabaya bisa jadi pilihan untuk pendidikan dibidang kuliner. *Upi

Kampus Akademi Pariwisata Majapahit

Kampus Mojokerto | Jl. Raya Jabon KM 07, Mojokerto
E-mail : akparmajapahit@gmail.com

Graha Tristar | Jl. Raya Jemursari 244, Surabaya
Tel. (031) 8480821-22. 8433224-25. 8410109
Hp. 081233752227, 081234506326
Blackberry PIN : 2A1CE131 ; 2B517ECB ; 2B425821 ; 53B4EFD8
Fax. (031) 8432050









Selasa, 07 April 2015

Keseruan Mahasiswa S1 International Culinary Business Membuat Teh Tarik


Mahasiswa S1 International Culinary Business




Teh tarik, pamor minuman hangat khas dari negeri jiran ini cukup populer karena rasanya cocok dengan lidah masyarakat Indonesia. Dinamakan teh tarik karena proses membuat minuman hangat ini sebelum disajikan terlebih dahulu dituangkan dari satu gelas ke gelas lainnya, atau tarik menarik antar gelas satu dengan gelas lainnya. Disamping itu juga, proses tarik menarik air teh tersebut juga untuk mendinginkan suhu teh agar tidak terlalu panas ketika disajikan serta membentuk buih-buih lembut di atasnya.
Dalam materi kuliah bartender ini, Chef Yuda mengajarkan materi tambahan bagaimana cara membuat teh tarik yang enak dan mempraktikkan cara membuat teh tarik memindahkan cairan teh bercampur susu segar dari gelas ke gelas.
Setelah mempraktikkan, mahasiswa kemudian diberi kesempatan untuk belajar membuat teh tarik. Banyak yang penasaran lalu mencobanya, namun tidak sedikit cairan teh bercampur susu ini tumpah ke lantai.
"Aku penasaran makanya mau coba, tapi ternyata enggak gampang. Tadi aja sampe agak tumpah sedikit," kata Cindy.

Dari kuliah ini akhirnya mahasiswa S1 International Culinary Business mengetahui proses pembuatan teh tarik dan mencoba membuat kemudian bisa mencicip teh tarik buatannya sendiri. Nah, ingin bisa seperti mereka ?


Program baru studi S1 International Culinary Business yang fokus pada inovasi, kreativitas dan kemampuan wirausaha demi menciptakan peluang bisnis dibidang kuliner.*Upi


S1 Education Program

“International Culinary Business”

IEU (Indonesian European University)
Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B

Graha Tristar || Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya
Ph. 081233752227 – 081234506326
BB Pin. 2A1CE131 – 2A6A1F4E - 53B4EFD8



Praktek Bartending di Hizteria Resto


Mahasiswa S1 International Culinary Business

Praktik Meracik Minuman Segar



Bertandang ke restoran atau kafe pasti akan menjumpai beragam minuman dengan nama-nama yang unik. Penyajiannya yang eksotik, pasti terlihat harganya yang wow alias mahal...! Sebenarnya kita bisa membuat minuman-minuman yang segar dan dingin sendiri, lho. Seperti yang dilakukan mahasiswa S1 International Culinary Business tampak asyik meracik minuman dan menyajikannya secara istimewa.

Meracik beberapa jenis minuman dengan tampilan yang menarik diperlukan keterampilan. Terutama agar rasa dan aroma minuman jadi unik dan enak. Karena itulah diperlukan pengetahuan khusus seperti yang diajarkan chef Yuda dan chef Della dalam materi kuliah Bartending selama 5 hari di cafe hizteria.
Mahasiswa S1 International Culinary Business diajak mengenal 4 (empat) jenis minuman populer, seperti Juice & Smothies, dasar Coffe & Milk Shake, Mocktail dan Cocktail yang siap untuk dipresentasikan.
Dalam materi perkuliahan Bartending ini Chef Yuda mengawali dengan pengenalan teori minuman dan juga menjelaskan teknik shake yang merupakan salah satu teknik meracik minuman yang umum digunakan. “Agar rasanya pas, teknik pencampuran bahan-bahannya menggunakan shake. Cara mengocoknya ada tekniknya, kaki kiri harus maju kemudian tangan bisa langsung menggoyangkan gelas dari atas ke bawah secara berulang” jelas chef muda yang serba bisa dalam bidang kuliner ini.
Setelah menjelaskan teori, mahasiswapun berkesempatan untuk praktik sendiri meracik minuman. Kali ini minuman mocktail yang terkenal dengan minuman tanpa alkohol dibuat dari campuran macam-macam sari buah tersaji begitu cantiknya. Disajikan dalam gelas transparan dan warnanya sangat cantik. Ada biru, merah tengahnya berwarna hijau, kuning ataupun pencampurannya. Untuk menikmati jenis mocktail ini biasanya diaduk dahulu.




Belajar tentang Bartending ini cukup menarik, lho. Makin penasaran’kan bagaimana teknik membuat minuman agar rasa dan aromanya jadi unik dan enak ? Bergabung dan rasakan kenyamanan belajar Program baru studi S1 International Culinary Business yang fokus pada inovasi, kreativitas dan kemampuan wirausaha demi menciptakan peluang bisnis kuliner.*Upi


S1 Education Program

“International Culinary Business”

IEU (Indonesian European University)
Surabaya || Jl. Raya Dukuh Kupang No. 157B

Graha Tristar || Jl. Raya Jemursari 244 Surabaya
Ph. 081233752227 – 081234506326
BB Pin. 2A1CE131 – 2A6A1F4E - 53B4EFD8